Lebih dari 100 batu nisan di pemakaman Yahudi di Prancis dirusak dan dicat dengan simbol swastika Nazi dalam gelombang terbaru serangan anti-Semit.

Aksi vandalisme dengan mengecat batu nisan di kota timur Westhoffen, dekat Strasbourg, terjadi beberapa hari setelah insiden lain di desa terdekat.

Menanggapi vandalisme tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis akan melawan anti-Semitisme "sampai orang-orang yang telah meninggal bisa berisirahat dengan tenang".

Prancis adalah rumah bagi sekitar 550.000 orang Yahudi, menjadi komunitas Yahudi terbesar di Eropa.

"Yahudi adalah dan yang membuat Prancis." ujar Macron dalam cuitannya di Twitter pada Selasa (04/12) petang.

"Yang menyerang mereka, bahkan kuburan mereka, tidak layak dengan gagasan yang kita miliki tentang Prancis," katanya.

Serangkaian aksi anti-Semit terjadi di kawasan Alsace di timur laut Prancis, di perbatasan dengan Jerman, dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Rabi Haïm Korsia mengatakan dia "marah dan ngeri mengetahui penodaan tempat pemakaman di Alsace".

Seperti halnya swastika, angka 14 yang menjadi slogan yang terkait dengan slogan supremasi kulit putih, juga dicat pada nisan-nisan tersebut.

Kepala wilayah Bas-Rhin, Jean-Luc Marx, mengunjungi situs tersebut untuk menyatakan dukungannya bagi komunitas Yahudi.

Pemakaman Westhoffen menampung sekitar 700 kuburan, termasuk kuburan beberapa kerabat mantan Perdana Menteri Léon Blum, pemimpin Yahudi pertama Prancis sebelum dan tak lama setelah Perang Dunia Kedua.

Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner, ketika melakukan kunjungan ke pemakaman pada hari Rabu (05/12), mengatakan serangan itu adalah "ekspresi kebencian murni" dan mengumumkan pembentukan satuan tugas polisi terhadap kebecian.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe menyatakan "merasa ngeri dan jijik pada prasasti anti-Semit di dua komune Bas-Rhin", menambahkan: "Para pelaku tindakan ini harus ditemukan dan dihukum."

Pekan lalu, slogan anti-Semit dipulas di dinding balai kota di Rohr, tidak jauh dari Westhoffen. Para pejabat Yahudi mengatakan salah satu slogan dalam serangan terhadap Rohr tampaknya merujuk pada pemakaman Yahudi di Westhoffen.

Balai kota lain diserang di daerah Bas-Rhin pada bulan April, sementara pada bulan Februari, simbol-simbol Nazi dan slogan-slogan anti-Semit dilukis dengan semprotan pada lebih dari 90 kuburan di desa Alsace, Quatzenheim.

Satu batu nisan dirusak dengan kata-kata "Elsässischen Schwarzen Wolfe" ("Serigala Hitam Alsatian"), nama kelompok sayap kanan militan yang aktif pada 1970-an dan 1980-an.

Perancis tengah menghadapi serangan anti-Semit dalam beberapa tahun terakhir, dari kelompok Islam dan kelompok sayap kanan militan.

Pada Selasa malam, Majelis Nasional Prancis mengeluarkan rancangan resolusi yang mencakup kebencian terhadap Israel sebagai contoh anti-Semitisme.

Definisi tersebut, oleh Aliansi Peringatan Holocaust Internasional, telah diadopsi oleh Parlemen Eropa dan beberapa negara lain.

Sejumlah anggota parlemen dan partai berkuasa yang mendukung Presiden Emmanuel Macron, memberikan suara menentang resolusi tersebut.